Minggu, 25 September 2011

Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar

Kamis, 14 Juli 2011

PEMBUATAN RUMPON

I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sektor perikanan dan kelautan di Indonesia, khususnya subsektor perikanan merupakan salah satu subsektor ekonomi kiemasyarakatan yang cukup berperan dalam pengembangan ekonomi nasional serta mampu menyerap tenaga kerja. Subsektor perikanan terdiri dari bebarapa kegiatan ekonomi, yaitu penangkapan ikan di laut, budidaya perikanan (laut, tambak dan air tawar), pengolahan hasil perikanan dan pemasaran. Disamping itu kegiatan perikanan menyebabkan tumbuh kembangnya berbagai industri penunjang kegiatan pokok, seperti industri jarring, industri kapal penangkap ikan modern dan kapal penangkap ikan tradisional, pabrik pakan ikan dan lain sebagainya
Perikanan merupakan semua kegiatan yang berkaitan dengan ikan, termasuk memproduksi ikan, baik melalui penangkapan (perikanan tangkap) maupun budidaya dan atau mengolahnya untuk memenuhi kebutuhan manusia akan pangan sebagai sumber protein dan non pangan (pariwisata, ikan hias, dan lain-lain). Ruang lingkup kegiatan usaha perikanan tidak hanya memproduksi ikan saja (on farm), tetapi juga mencakup kegiatan off farm, seperti pengadaan sarana dan prasarana produksi, pengolahan, pemasaran, pemodalan, riset dan pengembangan, perundang-undangan, serta faktor usaha pendukung lainnya.
Penangkapan ikan adalah kegiatan untuk memperoleh ikan di perairan yang tidak dalam keadaan dibudidayakan dengan alat atau cara apa pun, termasuk kegiatan yang menggunakan kapal untuk memuat, mengangkut, menyimpan, mendinginkan, menangani, mengolah, dan/ atau mengawetkannya. (UU tentang Perikanan, tahun 2004).
Penangkapan bisa di kaitkan dengan kegiatan memproduksi ikan dengan menangkap (capture) dari perairan di daratan (inland capture) seperti sungai, danau, waduk dan rawa, serta perairan laut (marine capture) seperti perairan pantai dan laut lepas. Biasanya dalam penangkapan jenis ikan tertentu di bantu dengan mengunakan rumpon.

Pemanfaatan sumberdaya perikanan dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan, mengikuti permintaan yang cenderung terus bertambah, baik jumlah maupun jenisnya. Meningkatnya upaya sumberdaya perikanan mendorong berkembangnya teknik dan taktik penangkapan (fishing technique and fishing tactics) untuk dapat memproduksi secara lebih efektif dan efisien.
Berhasil tidaknya suatu alat tangkap dalam operasi penangkapan sangatlah tergantung pada bagaimana mendapatkan daerah penangkapan yang baik, potensi perikanan yang ada dan bagaimana operasi penangkapan dilakukan. Beberapa cara dapat dilakukan dalam upaya optimalisasi hasil tangkapan diantaranya dengan menggunakan alat bantu penangkapan. Macam-macam alat bantu penangkapan yang umum digunakan dalam operasi penangkapan ikan di Indonesia diantaranya dengan menggunakan rumpon (FAD) dan cahaya lampu (Light Fishing).
Secara alami tanda-tanda fisik daerah penangkapan ikan (Fishing ground) berdasarkan pengalaman nelayan, yang catchable area diantaranya ditandai oleh :Warna perairan lebih gelap dibandingkan perairan sekitarnya ; Ada banyak burung beterbangan dan menukik-nukik ke permukaan air ; Banyak buih di permukaan air ; dan Umumnya jenis ikan ini bergerombol di sekitar batang-batang kayu yang hanyut di perairan atau bersama dengan ikan yang berukuran besar seperti paus. Dengan adanya rumpon dan penggunaan cahaya lampu disuatu perairan maka daerah penangkapan ikan dapat dibentuk, sehingga nelayan dan unit kapal penangkap ikan tidak tergantung lagi dengan tanda-tanda fisik daerah penangkapan ikan yang bergantung pada kondisi lingkungan alami perairan. Oleh karena itu dengan penggunaan rumpon (FAD) dan light fishing dapat dikatakan sebagai pembentuk daerah penangkapan ikan buatan (Artificial fishing ground) .
1.2 Tujuan Kegiatan Praktek
Adapun tujuan dari pembuatan rumpon ini, yaitu ;
1. Menambah Ilmu dan wawasan yang dapat di terima
2. Memperoleh pengalaman pembuatan rumpon
3. Mengaplikasiksan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang di peroleh selama kuliah.


II. PEMBAHASAN
2.1 Tinjauan Pustaka
2.1.1 Defenisi Daerah Penagkapan Ikan / Fishing ground
Daerah penangkapan ikan / Fishing ground merupakan suatu daerah perairan yang cocok untuk sarana penangkapan ikan, atau suatu daerah perairan dimana terdapat sumberdaya ikan dan alat tangkap dapat dioperasikan didaerah tersebut. Dalam usaha penangkapan ikan, mengenal daerah penangkapan merupakan hal yang mutlak. Mengoperasikan alat tangkap di suatu daerah penangkapan tanpa mengetahui sifat dan keadaan perairannya akan merupakan suatu usaha yang sia-sia, dengan resiko tidak mendapatkan ikan atau jaring akan tersangkut pada batu atau karang.
2.1.2 Defenisi Rumpon
Rumpon merupakan salah satu teknologi yang mengumpulkan ikan pada suatu daerah perairan tertentu dengan menyuburkan perairan itu, sebagai mudah dilakukan penangkapan ikan yang di maksud. Rumpon juga bisa di kaitkan sebagai rumah ikan yang di mana bisa di jadikan tempat berlindung, tempat mencari makan, dan juga tempat memijah bagi jenis-jenis ikan tertentu.
Fungsi dari rumpon itu sendiri, yaitu ;
1. Sebagai naungan terhadap arus yang kuat
2. Lindungan terhadap pemangsaan
3. Substrat tempat menempel berbagai biota
4. Sumber makanan / rantai makanan
5. Tempat asuhan / pemijahan
6. Titik area mangsa bagi ikan pelagis
Tujuan dari pembuatan rumpon ini sendiri, yaitu :
1. Meningkatkan hasil tangkapan
2. Mengurangi biaya oprasional
3. Meminimalkan biaya oprasional


2.1.3 Syarat rumpon
Persyaratan jarak antar rumpon dapat dilihat pada Kepmentan Nomor 51/KPTS/IK.250/1/1997 tentang pemasangan dan pemanfaatan rumpon yaitu pada pasal 7 ayat b : Pemasangan rumpon di perairan dalam dengan syarat-syarat tidak boleh dipasang dengan jarak pemasangan antara rumpon satu dengan rumpon lain kurang dari 10 (sepuluh) mil laut; dan ayat e :pemasangan rumpon tidak boleh dengan jarak kurang dari 12 mil laut diukur dari garis pasang surut terendah pada waktu air surut dari setiap pulau; atau pada ayat f : rumpon tidak boleh dipasang dengan cara pemasangan yang mengakibatkan efek pagar (zig-zag) yang mengancam kelestarian jenis ikan pelagis.

2.2 Metoda Pelaksanaan
2.2.1 Waktu dan tempat
Dalam pembuatan rumpon ini, di lakukan pada hari selasa, tanggal 7 Juni 2011. Berlokasi di Kantor Dinas Peternakan dan Perikanan Cianjur yang terletak di Kp.Cikidang bayangbang Jangari di lingkungan Perairan Umumum Waduk Cirata Cianjur.
2.2.2 Persiapan Alat dan Bahan
A. Alat yang di gunakan, yaitu :
• Bulpoin / pensil
• gergaji,
• kampak,
• meteran,
• palu,
B. Bahan yang di gunakan yaitu :
• Bambu,
• bendera,
• kaso / papan,
• paku,
• pelepah daun kelapa,
• pemberat,
4
• tali injuk,
• tali tambang,
2.2.3 Cara Kerja
• Proses penyeleksian ambu
• Proses pengukuran bambu
• Proses Pemotongan bambu
• Proses pengrakitan rumpon
• Proses pemasangan tiang tanda dan bendera
• Proses pemindahan rakit dari tempat pembuatan ke lokasi pelepasan
• Proses penentuan lokasi daerah penangkapan ikan / Fishing ground
• Proses penurunan rakit
• Proses pemasangan jangkar utama
• Proses pemasangan pelepah kelapa
• Proses pemasangan dan penurunan pemberat
• Proses pelepasan rumpon

2.3 Hasil Pratikum
2.3.1 Tahap 1
a) Proses penyeleksian bambu
Dalam pembuatan rumpon, bambu yang di gunakan harus yang umurnya tua, dikarenakan agar nanti sudah menjadi rumpon. Di perkirakan bambu tersebut cepat membusuk dan bisa tahan lama, selain itu juga bambu yang di pilih harus di lihat dari ukuran diameternya juga relatif harus sama agar nanti saat sudah menjadi rumpon keadaan rumpon di atas permukaan perairan menjadi seimbang. Bambu yang digunakan untuk pembuatan rumpon ini, yaitu sebanyak 5 buah bambu.







Gamabar 1 dan 2. Proses penyeleksian bambu
b) Pengukuran bambu
Bambu yang sudah di pilih, kemudian di ukur dengan menggunakan meteran dan kemudian di tandai / di beri garis dengan bulpoin / gergaji agar nanti saat pemotongan ukuranya sama.Ukuran dari panjang bambu tersebut sekitar 2,40 m dan lebar rakit itu sendiri sekitar 45 cm







Gamabar 3. Proses pengukuran bambu
c) Proses pemotongan bambu
Bambu yang sudah di ukur dan di tandai / di beri garis, kemudian di potong dengan menggunakan gergaji. Setelah itu pada bagian ujung-ujung dari bambu tersebut di potong sebagian / di beri celah, hal ini di lakukan di karenakan untuk memperkokoh bagian rakit yang di perkuat dengan kaso {papan) yang nantinya menjadi sebuah rumpon bisa tahan dan tidak mudah hancur / terlepas dari derasnya terpaan arus dan gelombang di perairan waduk Cirata







Gambar 5.Pemotongan pada ujung bambu.

Gambar 4. Proses pemotongan bambu.
2.3.2 Tahap 2
a) Proses pengrakitan rumpon
Setelah kegiatan proses penyeleksian, pengukuran, dan pemotongan bambu selesai, kemudian di lanjutkan dengan pengrakitan. Tahapan pertama dalam pengrakitan rumpon, yaitu merapikan bambu-bambu yang akan dirakit, kemudian di lanjutakan dengan pemasangan kaso (papan) pada kedua bagian ujung dari bambu tersebut supaya ukuran panjangnya sama dan rapi. Apabila bagian kaso (papan) terlalu panjang, maka sabaiknya di potong dengan menggunakan gergaji. Kemudian di setiap bilahan bambu yang sudah terpasang di perkuat dengan menggunakan paku dan tali injuk.









Gambar 6. Proses pengrapihan bambu. Gambar 7. Poses pemasukan kaso (papan)
Pada ke 2 ujung bambu.







Gambar 8. Proses pemakuan pada rakit Gambar 9. Proses Pemakuan pada rakit
pada ujung bambu pertama. Pada ujung bambu ke dua.







Gambar 10. Poses pemotongan kaso
(papan) yang terlalu panjang pada
ujung bambu pertama . Gambar 11. Proses pemotongan kaso (papan)
yang terlalu panjang pada ujung bambu ke dua.
8
b) Proses pemasangan tiang tanda dan bendera
Setelah rakit sudah jadi, kemudian di lanjutkan dengan proses pembuatan tiang tanda pada rakit tersebut. Penetapan posisi tiang tanda di fokuskan pada bagian tengah dari rakit. Tiang rakit di sambungkan dengan kaso (papan) yang sudah di patenkan / di perkuat dengan paku dan di beri tali tambang, yang di mana tali tersebut di ikatkan pada ke dua ujung bagian bambu. Hal ini selain berguna sebagi tanda pada rumpon itu sendiri agar tidak mudah jatuh dan juga untuk penyeimbang rakit tersebut.








Gambar 12 dan 13. Proses pemasangan tiang tanda dan bendera
2.3.3 Tahap 3
a) Proses pemindahan rakit dari tempat pembuatan ke lokasi pelepasan
Setelah proses panjang dalam pembuatan rakit selesai, kemudian rakit tersebut di pindahkan dari lokasi pembuatan di Kantor Dinas Peternakan dan Perikanan Cianjur yang berpusat di daerah Jangari ke tempat Keramba Jaring Apung (KJA) yang di mana bertempat di daerah Pasir Gede. Secara tidak langsung letak posisi Kantor Dinas Peternakan dan Perikanan Cianjur yang berpusat di daerah Jangari sangat strategis berdekatan dengan tempat mendaratnya kapal-kapal pengangkut pakan bagi ikan yang berada di waduk Cirata yang di mana untuk memenuhi kebutuhan ikan yang berada di dalam Keramba Jaring Apung (KJA). Hal ini sangat memudahkan bagi kami untuk mengangkut rumpon tersebut yang akan di masukan ke kapal dan juga tidak memerlukan tenaga yang besar.













Gambar 14 dan 15. Proses pemindahan rakit dari tempat pembuatan ke lokasi pelepasan
b) Proses penentuan lokasi daerah penagkapan ikan / Fishing ground
Lokasi yang di pilih untuk menurunkan rumpon, yaitu di sekitar titik Keramba Jaring Apung (KJA) yang di mana di perkirakan daerah tersebut sangat berpotensi adanya ikan dan aman dari terpaan angin, arus dan gelombang yang relatif besar serta aman dari jalur lintas kapal.
c) Proses penurunan rakit
Setelah selesai menentukan daerah penangkapan ikan / fishing ground, kemudian rakit di turunkan dari kapal ke lokasi daerah penangkapan ikan / Fishing ground.









Gambar 16. Proses penurunan rakit

d) Proses pemasangan jangkar utama
Jangkar yang di pasang untuk rumpon itu sendiri yaitu, menggunakan jangkar yang sudah ada pada Keramba Jaring Apung (KJA) yang di mana jangkar tersebut merupakan jangkar utama yang di gunakan sebagai pemberat, Di perkirakan kedalaman jangkar bisa mencapai 100 – 150 meter.







Gambar 17. Proses pemasangan jangkar utama.
e) Proses pemasangan pelepah kelapa
Pelepah kelapa di pasang pada seutas tali tambang yang di ikatkan pada rakit. Proses pemasangan pelepah yang pertama sebanyak 7 buah dengan jarak per 1 pelepah kelapa lainya yaitu 10 meter yang di susun secara bersilangan / jigjag dan pemasangan pelepah kelapa yang kedua sebanyak 8 buah dengan jarak yang sama yaitu 10 meter per 1 pelepah kelapa, akan tetapi pemasangan pelapah yang kedua ini di pasang dengan cara yang agak berbeda dari sebelumnya, yaitu di rangkap 2 / di double, di karenakan telah di coba seperti pemasangan yang pertama tapi pelepah kelapa tersebut mengapung ke atas permukaan air. Oleh karena itu kami selaku mahasiswa dan nelayan setempat berinisiatif untuk mengubahnya menjadi rangkap 2, agar pelepah kelapa tersebut bisa tenggelam di dalam permukaan air. Jadi pelepah kelepa yang di gunakan secara keseluruhan dalam pembuatan rumpon itu sendiri yaitu sebanyak 15 pelepah kelapa.










Gambar 18. Proses pemasangan pelepah kelapa.
f) Proses pemasangan dan penurunan pemberat
Setelah pemasangan pelepah kelepa selesai di talikan pada seutas tali tambang, kemudian ujung dari tali tambang tersebut di ikatkan pada sebuah pemberat yang sebelumnya pemberat tersebut sudah mempunyai lubang di tengahnya berupa besi yang telah di patenkan oleh bahan adukan yang terbuat dari pasir dan semen. Besi tersebut di lilitkan, kemudian di masukan pada sebuah pemberat. Kisaran bobot ukuran pemberat sekitar 5 kg yang di gunakan untuk pemberat rumpon itu sendiri sekitar 2 buah, sehingga kalou di jumlahkan seluruhnya kisaran bobot ukuran pemberat yang di gunakan 2 buah yaitu sekitar 10 kg.










Gambar 19. Proses pemasangan dan penurunan pemberat
g) Prose pelepasan rumpon
Proses pelepasan di lakukan setelah melalui beberapa tahapan proses, dari mulai proses Penyeleksian, pengukuran, pemotongan, pengrakitan, pemasangan tiang tanda / bendera, pemindahan rakit dari tempat pembuatan ke lokasi pelepasan, penentuan lokasi, pemasangan jangkar, pemasangan pelepah kelapa, dan pemasangan pemberat.













Gambar 21, 22, dan 23. Proses pelepasan rumpon

Senin, 11 Juli 2011

THE POWER OF TAHAJUD

1. Memperoleh kedudukan mulia n terpuji

" Dan pada sebahagian malam hari bershalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.qs 17:79


2. Mendapatkan surga yg dijanjikan

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan di mata air-mata air,sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik;Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam;Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).qs 51:15-18


3. Tergolong hamba Allah yg melakukan kebajikan

Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.qs 25:63-64


4. Diakui sebagai manusia Beriman

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, sedang mereka tidak menyombongkan diri.Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan..qs 32:15-17


5. Tidak termasuk golongan orang durhaka

(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (adzab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.qs 39:9


jadi apakah anda masih tetap tidak mau sholat TAHAJUD ?


"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)." qs 3:8

TATA CARA SHOLAT TAHAJUD BAGIAN KE II

Shalat Tahajud adalah shalat sunat yang dikerjakan pada waktu malam, dimulai selepas isya sampai menjelang subuh.
Jumlah rakaat pada shalat ini tidak terbatas, mulai dari 2 rakaat, 4, dan seterusnya.

A. Pembagian Keutamaan Waktu Shalat Tahajud
Sepertiga malam, kira-kira mulai dari jam 19.00 samapai jam 22.00
Sepertiga kedua, kira-kira mulai dari jam 22.00 sampai dengan jam 01.00
Sepertiga ketiga, kira-kira dari jam 01.00 sampai dengan masuknya waktu subuh.

B. Niat shalat tahajud:
Ushallii sunnatat-tahajjudi rak’ataini lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Aku niat shalat sunat tahajud dua rakaat karena Allah”

C. Doa yang dibaca setelah shalat tahajud:
Rabbanaa aatina fid-dun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa adzaaban-naar.
Artinya: “Ya Allah Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa api neraka.”

Dalam hadits Bukhari dinyatakan, bahwa rasulullah jika bangun dari tidurnya di tengah malam lalu bertahajud membaca doa:
Allahumma lakal hamdu anta qayyimus samaawaati walardhi wa man fiihin, wa lakal hamdu laka mulkus samaawaati wal ardhi wa man fiihin, wa lakal hamdu nuurus samaawaati wal ardhi, wa lakal hamdu antal haqqu wa wa’dukal-haqqu wa liqaa’uka haqqun wa qauluka haqqun wal-jannatu haqqun, wan naaru haqqun, wan-nabiyyuuna haqqun, wa Muhammadun shallallaahu ‘alaihi wa sallama haqqun, waass’atu haqqun. Allahumma laka aslamtu, wa bika aamantu, wa ‘alaika tawakaltu wa ilaika anabtu wa bika khaashamtu, wa ilaika haakamtu, faghfir lii maa qaddamtu, wa maa akhkhartu wa maa asrartu, wa maa a’lantu antal muqaddimu wa antal mu’akhiru la ilaaha illa anta aula ilaaha gairuka wa laa haula quwwata illa billah.
Artinya: “Ya Allah, bagi-Mu segala puji. Engkaulah penegak langit dan bumi dan alam semesta beserta segala isinya. Bagi-Mulah segala puji, pemancar cahay langit dan bumi. Bagi-Mulah segala puji, Engakaulah yang haq, dan janji-Mu adalah benar, dan surge adalah haq, dan neraka adalah haq, dan nabi-nabi itu adalah haq, dan Nabi Muhammad adalah benar, dan hari kiamat adalah benar. Ya Allah, kepada-Mulah kami berserah diri (bertawakal) kepada Engkau jualah kami kembali, dan kepada-Mulah kami rindu, dan kepada engkaulah kami berhukum. Ampunilah kami atas kesalahan yang sudah kami lakukan dan sebelumnya, baik yang kami sembunyikan maupun yang kami nyatakan. Engkaulah Tuhan yang terdahulu dan Tuhan ynag terakhir. Tidak ada Tuhan melainkan Engkau Allah Rabbul alamin. Tiada daya upaya melainkan dengan pertolongan Allah.”

D. Setelah itu, perbanyaklah membaca istigfar sebagai berikut:
Astagfirullaahal azhim wa atuubu ilaiih
Artinya: “Kami memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung dan kami pun bertaubat kepada-Nya”

E. Keutamaan Shalat Tahajud
Sahabat Abdullah bin Salam mengatakan, bahwa Nabi Muhammad saw bersabda:
“Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Surga dengan selamat.” (HR Tirmidzi)
Bersabda Nabi Muhammad saw:
“Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam.” (HR Muslim)
Selain itu, Allah sendiri juga berfirman:
Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji. (QS Al-Isra’: 79)
Dari Jabir r.a., ia barkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda: Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya); dan itu setiap malam.” (HR Muslim dan Ahmad)
“Lazimkan dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi orang-orang saleh sebelummu, mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa, menolak penyakit, dan pencegah dari dosa.” (HR Ahmad)

F. Kiat Mudah Shalat Malam/Qiyamullail
Agar kita diberi kemudahan bangun malam untuk melakukan shalat malam, cobalah tips-tips berikut ini:
Aturlah aktivitas di siang hari agar malamnya Anda tidak kelelahan. Sehingga tidak membuat Anda tidur terlalu lelap.
Makan malam jangan kekenyangan, berdoa untuk bisa bangun malam, dan jangan lupa pasang alarm sebelum tidur.
Hindari maksiat, sebab menurut pengalaman Sufyan Ats-Tsauri, “Aku sulit sekali melakukan qiyamullail selama 5 bulan disebabkan satu dosa yang aku lakukan.”
Ketahuilah fadhilah (keutamaan) dan keistimewaan qiyamulail. Dengan begitu kita termotivasi untuk melaksanakannya.
Tumbuhkan perasaan sangat ingin bermunajat dengan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Baik juga jika janjian dengan beberapa teman untuk saling membangunkan dengan miscall melalui telepon atau handphone.
Buat kesepakatan dengan istri dan anak-anak bahwa keluarga punya program tahajud bersama sekali atau dua malam dalam sepekan.
Berdoalah kepada Allah swt. untuk dipermudah dalam beribadah kepadaNya.

mudah mudahan bermanfaat

TATA CARA SHOLAT TAHAJUD

Sholat Tahajud adalah sholat malam (sholatullail). Bila kita dapat senantiasa melaksanakan sholat ini, niscaya kita akan selalu dekat dengan Alloh Swt. dan dimudahkan segala keinginan dan hidup kita.

Rosulullah SAW bersabda:
“ Sesungguhnya pada waktu malam ada satu saat ( waktu. ). Seandainya seorang Muslim meminta suatu kebaikan didunia maupun diakhirat kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan memberinya. Dan itu berlaku setiap malam.” ( HR Muslim )

Di Hadits yang lain, Rosulullah SAW bersabda:
“Pada tiap malam Tuhan kami Tabaraka wa Ta’ala turun ( ke langit dunia ) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman : “ Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaanya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia.” ( HR Bukhari dan Muslim )

Waktu Pelaksanaan Sholat Tahajud
Sholat Tahajud harus dilaksanakan setelah tidur. Meskipun waktu pelaksanaanya ditetapkan sejak waktu isya’ hingga shubuh, waktu yang afdhal (waktu utama) untuk melaksanakannya adalah;

1. Sangat utama : 1/3 malam pertama ( Ba’da Isya – 22.00 )
2. Lebih utama : 1/3 malam kedua ( pukul 22.00 – 01.00 )
3. Paling utama : 1/3 malam terakhir ( pukul 01.00 – Subuh )

Abu Muslim bertanya kepada Abu Dzar : “ Diwaktu manakah yang lebih utama kita mengerjakan sholat malam?” Abu Dzar menjawab : “Aku telah bertanya kepada Rosulullah SAW sebagaimana engkau tanyakan kepadaku ini.” Rosulullah SAW bersabda :“Perut malam yang masih tinggal adalah 1/3 yang akhir. Sayangnya sedikit sekali orang yang melaksanakannya.” (HR Ahmad)

Jadi waktu yang paling afdhal sehingga keinginan atau do’a kita ijabah (dikabulkan) adalah 1/3 malam yang terakhir.

Jumlah Raka’at dalam Shalat Tahajud
Raka’at dalam shalat malam (Tahajud) tidak dibatasi jumlahnya, tetapi paling sedikit dilaksanakan dalam 2 ( dua ) raka’at. Adapun jumlah yang paling utama adalah 11 ( sebelas ) raka’at atau 13 ( tiga belas ) raka’at, dengan 2 ( dua ) raka’at shalat Iftitah.

Tata cara (Kaifiat) mengerjakannya yang baik adalah setiap 2 ( dua ) rakaat diakhiri satu salam. Sebagaimana diterangkan oleh Rosulullah SAW :“ Shalat malam itu, dua-dua.” ( HR Ahmad, Bukhari dan Muslim )

Menurut keterangan Said Ibnu Yazid, Nabi Muhammad SAW melaksanakan shalat malam 13 raka’at dengan tata cara sebagai berikut :
1) 2 raka’at shalat Iftitah.
2) 8 raka’at shalat Tahajud.
3) 3 raka’at shalat witir.

Adapun surat yang dibaca dalam shalat Tahajud adalah:
1. Pada raka’at pertama setelah surat Al-Fatihah, membaca Surat Al-Baqarah ayat 284-286.
2. Pada raka’at kedua setelah membaca surat Al-Fatihah, membaca surat Ali Imron 18-19 dan 26-27.

Apabila kita belum hafal surat-surat tersebut, maka boleh membaca surat yang lain yang sudah dihafal.

Setelah selesai mengerjakan shalat Tahajjud, perbanyaklah membaca istigfar dan dzikir kepada Allah SWT serta memohon kepada-Nya, kemudian membaca doa sesuai keinginan kita.

Selamat Mencoba!

SEMOGA BERMANFAAT

Zikir Asmaul Husna

Setelah kita mengetahui siapa diri kita sebenarnya dan mengetahui belenggu-belenggu yang dapat menghitamkan hati kita maka kini saya coba jelaskan bagaimana cara/ aplikasi untuk membersihkan hati kita agar kita bisa kembali ke fitrah.

Anda tentu masih ingat dengan materi yang pernah saya sampaikan sebelumnya "Suara Hati Manusia = Suara Hati Tuhan" atau lebih mudah disebut dengan "Anggukan Universal". Semua orang mengangguk apabila melihat, mendengar ataupun ketika merasakan kebenaran hakiki. Berdasarkan teori anggukan universal juga teori-teori yang membahas tentang Kecerdasan Spritual serta menelaah surat AS Sajadah ayat 9 dan Al Hasyr ayat 22- 24, maka dapatlah kiranya ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Suara hati manusia pada dasarnya bersifat universal, dengan catatan manusia tersebut telah mencapai titik zero (kosong) dan terbebas dari paradigma dan belenggu.

2. Apabila mencermati Surat As Sajadah ayat 9 dimana Allah telah meniupkan ruh ciptaan-Nya yang bersifat mulia kepada manusia, maka sebenarnya Allah telah meniupkan pula keinginan-Nya kedalam hati manusia. Ini terbuktikan oleh teori anggukan universal yang juga didasari oleh Surat Al`raf ayat 172, yaitu : Ketika jiwa manusia mengakui dan mengangguk kepada Allah bahwa Allah-lah Tuhannya. Anggukan yang membenarkan suara hati itu masih terus berjalan dan masih bisa dirasakan hingga saat ini, kecuali jika hati dalam keadaan tertutup.

3. Suara hati manusia adalah kunci spritual, karena ia adalah pancaran sifat-sifat Ilahi (surat Al Hasyr ayat 22-24). Contoh : ingin diperlakukan adil, keinginan hidup sejahtera, keinginan untuk mengasihi dan dikasihi, semuanya adalah sifat-sifat Allah. Bandingkan dengan literatur-literatur Barat yang menjelaskan tentang kecerdasan emosi, namun tak mampu mengindentifikasikan darimana sumber mata air seluruh sifat idaman tersebut.

Saya ingin berbagi sedikit pengalaman dalam hidup saya. Dulu saya juga sangat susah dalam menerima ilmu-ilmu agama dan hidayah dari Allah, setiap saya membaca tulisan-tulisan tentang agama atau ketika saya mendengar lantunan Ayat Suci Al Quran hati saya tidak merasakan apa-apa, kosong dan biasa saja yang saya rasakan, hal itu terjadi karena hati saya telah terkotori oleh paradigma dan belenggu-belenggu sehingga ilmu Allah sulit untuk masuk kedalam hati saya.

Berikut cara untuk membersihkan hati kita dari belenggu-belenggu yang menghitamkan hati :

1. Ambillah wudhu, bersihkan semua tubuh kita dari dosa-dosa yang telah kita perbuat.

2. Lakukan Sholat Tobat dan akui semua kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan selama ini, minta ampun pada Allah, biarkan air matamu mengalir karena sesungguhnya air mata itu dapat memadamkan api neraka jahannam. (Al Hadist)

3. Mintalah kepada Allah untuk dibukakan hati dan pikiran kita agar hidayah Allah bisa masuk kedalam hati kita.

4. Ucapkan Istigfar berulang kali
Ucapkan dari hatimu yang paling dalam, jangan hanya dibibir saja, tapi resapi setiap ucapan itu. Coba tarik nafas dalam-dalam kemudian lepaskan, ulangi hingga anda merasa nyaman.

5. Kemudian mulailah Berzikir, menyebut nama-nama Suci Allah

Zikir tidak tergantung dari berapa banyak jumlah anda melakukannya, tapi keikhlasan hati anda dalam mengucapkannya yang penting. Resapi setiap lafaz zikir yang anda ucapkan, biarkan nama-nama Allah itu mengalir dalam aliran darahmu, cobalah temukan getarannya disana. Telaahlah kembali Surat Al A`raf ayat 172. Sebuah makna yang teramat dalam akan jelas memancar daripadanya bahwa : Ketika jiwa manusia mengangguk mengakui Allah sebagai Tuhannya, maka saat itulah sifat-sifat Tuhan Yang Suci dan Mulia, akan memancar dalam GOD SPOT nya.

99 Sifat Allah SWT yang terdapat dalam Al Quran (sumber dari segala suara hati manusia). Sifat-sifat yang sering tiba-tiba muncul dan dirasakan, bisa berupa larangan, peringatan atau sebaliknya. Sebuah keinginan bahkan bimbingan. Seringkali dapat berupa penyesalan apabila dorongan itu terlewatkan. Sempatkan bagi hati anda untuk bersitirahat sejenak berkomunikasi dengan Allah.

"Bacalah dengan menyebut nama Tuhan-Mu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang maha pemurah, yang mengajarkan dengan perantaraan kalam, dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. (Al Alaq 1-5)

SUBHANALLAH
ALLAH BESERTA DENGAN ORANG ORANG YANG BERIMAN, BERTAKWA DAN BERBUAT BAIK

INDAHNYA BERSYUKUR

BERSYUKUR
…. Hanya satu buah kata namun amat sangat susah untuk melakukannya. .
Memang disaat perasaan kita sedang happy, disaat segala yang menjadi keinginan kita tercapai hal itu akan sangat amat mudah untuk kita lakukan. Namun, jika kita dalam keadaan susah, dan sedih apakah kita akan mudah untuk tetap bersyukur ? Atau malah kita akan menyalahkan?
Mulai ambil waktu untuk bersyukur setiap hari. Bersyukurlah atas pekerjaan kita, kesehatan kita, keluarga kita atau apapun yang dapat kita syukuri. Bersyukurlah lebih banyak dan percayalah hidup kita akan lebih mudah dan keberuntungan senantiasa selalu bersama kita, karena kita dapat melihat hal-hal yang selama ini mungkin luput dari pandangan kita karena kita terlalu sibuk mengeluh.

Kalau semakin banyak kita bersyukur atas apa yang kita miliki, maka semakin banyak hal yang akan kita miliki untuk disyukuri. Berarti semakin banyak kita mengeluh atas masalah yang kita alami, maka jangan heran jika rasanya semakin banyak masalah yang kita alami untuk dikeluhkan.

Biasakan diri untuk tidak ikut-ikutan mengeluh bila kita sedang bersama teman-teman yang sedang mengeluh, coba beri tanggapan yang positif atau tidak sama sekali. Selalu berpikir positif dan kembangkan sikap penuh syukur lalu lihatlah perubahan dalam hidup kita.

Ada 7 Ayat (untuk 7 hari bersyukur) dalam Al quran yang bagus untuk copy paste untuk status FB, twitter, sms atau lainnya untuk hari selasa ini dan hari-hari berikutnya, sebagai tanda agar mengingatkan orang lain untuk bersyukur, dan agar kita juga ingat arti bersyukur..mari bersama sama buat status FB

1. Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat) -Ku.qs 2:152
2. ...Dan barang siapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia".qs 27:40
3. Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.qs 4:147
4. Dan (ingatlah juga), ..: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih".qs 14:7
5. “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.” (QS. Al-Baqarah, 2 : 172)
6. Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.” (QS. Al-Qashash, 28 : 73)
7. “Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezki kepadamu; maka mintalah rezki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada- Nyalah kamu akan dikembalikan.” (QS. Al-‘Ankabuut, 29 : 17)

Jangan mengeluh bila kita menghadapi kesulitan tetapi lakukanlah hal berikut ini.
Tutuplah mata kita, tarik nafas panjang, tahan sebentar dan kemudian hembuskan pelan-pelan dari mulut kita, buka mata kita, tersenyumlah dan pikirkanlah bahwa suatu saat nanti kita akan bersyukur atas semua yang terjadi pada saat ini.
Alhamdulillah..

Semoga bermanfaat