Minggu, 09 Januari 2011

MENTARI


Hari ini Kabut menyelimuti pagi
Angin yang menyebabkan dinginnya udara pagi
Terbiasa duduk sendiri
Tak ada yang menemani
Hanya secangkir kopi
Kepala tegak ke atas
Berpikir besarnya ke kuasaan sang Illahi
Jauh mata menatap hanya untuk memandang Langit yang begitu gelap
Akankah berubah menjadi terang.?
berharap di balik bukit pegunungan munculnya sang mentari
Menyambut pagi
Menantinya mentari bersinar kembali

LAUT

Warna merah kemerahan tersudut diupuk timur
Jauh diujung lautan terlihat mentari
Nelayan kembali dan pergi
Ikan-ikan berlari
Burung-burung menari
Bersiap menyambut cerahnya pagi

Indahnya hari
Sungguh. . . . . . .
Tak kuasa memandang Mu
Terdengar suara gemuruh
Angin berhembus merobek dinding hati
Deburan ombak menusuk jantung hati
Karang yang kokoh dikoyakan gelombang pantai
Serpihan karang yang melayang
Riuh angin yang melintang
Air lautan yang menantang

Pasir lembut terhampar dipantai
Mencoba berlari
Telanjang kaki
Dibawah sengatnya matahari
Pastikan kau kembali kesini

Waktu berjalan tak tentu
Semuanya pasti akan berlalu
Laut biru
Aku rindu........